PANGGILAN ROHANI

Sebagai warga negara Indonesia, saya adalah seorang Pancasilais yang nasionalis. Adapun sebagai manusia pribadi, saya adalah seorang Kristen. Di dalam pertumbuhan keimanan, saya terpanggil untuk ikut memberi kontribusi dalam pelayanan rohani. Panggilan pelayanan saya mencakup dua dimensi. Pertama, dimensi ke dalam: preaching, teaching, leading. Kedua, dimensi keluar yaitu berkarya di tengah masyarakat sebagai garam dan terang dunia.

Dalam keyakinan saya, keterpanggilan rohani hanya disebabkan oleh Tuhan sendiri, yaitu Roh-Nya mengubahkan hati manusia. Panggilan adalah urusan dalam hubungan pribadi manusia dengan Tuhan. Yang unik, panggilan spiritual itu sudah Tuhan kerjakan sejak sebelum saya lahir, yaitu sejak dalam diri kakek saya. Josaphat Darmohatmodjo, kakek saya, adalah seorang pendeta Kristen, tokoh GKJ (Gereja Kristen Jawa). Kehidupan iman dan panggilan rohani yang Tuhan berikan kepada beliau rupanya terwariskan sampai ke dalam diri saya. Hal itu mirip seperti yang terjadi dalam diri Timotius sebagaimana catatan Paulus: “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus iklas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup di dalam dirimu” (2 Tim 1:5).

Saya bersyukur kepada Tuhan atas panggilan rohani yang diberikan-Nya padaku. Saya juga berterimakasih kepada kakek saya. Dan, saya percaya bahwa setiap orang diberikan panggilan rohani sendiri-sendiri, masing-masing unik.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s